LUKA BAKAR JANGAN DIOLES PASTA GIGI ATAU ODOL

Kulit yang terena luka bakar biasanya terasa panas dan sakit sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Kebiasaan turun temurun orang tua ketika mengalami luka bakar adalah mengoleskan odol atau pasta gigi pada luka yang terbakar untuk mengurangi rasa panas. Sebenarnya hal tersebut kurang tepat.

“Saat tubuh terkena luka bakar, maka dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan cairan untuk menngobatinya,“ Ujar Elsya Ovihardini, Asisten Trainer Medic One Selasa 22/12/2009.

Elsya juga menambahkan saat tejadi luka bakar maka jaringan kulit rusak, pengobatan yang paling baik adalah cukup dialirkan dengan air saja. “Jika diolesi odol atau margarin maka bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh dan juga bisa menghambat petugas smedis untuk mengobatinya,” tambahnya.

Johny Nurman Sp.A., seorang Pediatrician Brawijaya Hospital & Brawijaya Clinic di Jakarta, pada tanggal 02/03/2012 mengungkapkan “kalau terbakar level ringan sering menggunakan pasta atau odol. Sebenarnya tindakan itu kurang tepat. Yang benar siram luka dengan air kran supaya mendinginkan proses luka panas. Panas diremoves sehingga proses panas enggak berjalan.”

Selain itu, John juga menyarankan setiap luka bakar ringan jangan ditempeli apapun karena bisa membuat lengket.

Untuk luka bakar tingkat kedua menyebabkan kulit melepuh ataupun bengkak berisi air. Banyak orang yang tidak sabar untuk segera memecahnya, padahal itu adalah tindakan yang salah.

“Biasanya dalam 21 hari akan pecah dengan sendirinya. Kalau melepuh jangan dipecahkan, biarkan pecah sendiri,” imbuhnya.

Bila luka bakarnya kecil misal terciprat minyak goreng, maka bersihkan luka tersebut lalu cukup olesi dengan salep disekitar kulit yang tebakar. Tapi jika luka yang dihasilkan besar misal tersiram air panas maka setelah dibersihkan segera bawa kedokter.

Bagi anda yang sudah mengetahui hal diatas, luka bakar jangan dioles pasta gigi atau odol lagi ya… Cukup basuh dengan air untuk membersihkannya.